August 2, 2011

Panduan Overclocking untuk Pemula[Part II)- Safe Overclocking-RAM

Halo Blogger, bagi yang masih penasaran soal overclocking sekarang waktunya nih untuk lanjut ke overclocking tahap ke dua.
Tapi sebelum mengikuti langkah kedua ini, diharapkan paling tidak anda sudah bisa menguasai atau berhasil melakukan overcloking tahap pertama, kalau belum silahkan kesini Panduan Overcloking untuk pemula [Part 1] - Safe Overclocking-Processor


Note :
overcloking pada bagian kedua ini mungkin "agak" berbahaya karena menuntut kehati-hatian yang lebih.. ada baiknya anda siapkan alat tulis dan kertas untuk mencatat hal-hal penting seperti CPU core voltage, etc  untuk mempermudah proses.
Bukan mau nakut-nakutin atau bagaimana, bagian kedua ini memang agak menakutkan untuk pemula apalagi untuk anda yang belum pernah.mengutak-atik bagian hardware dari komputer anda dan agak mematikan apabila Anda tidak tahu dimana LIMIT dari hardware yang anda miliki. Buat orang yang sudah biasa mereka akan tahu dari pengalaman mereka bertemu dengan hardware-hardware unik yang kadang tidak biasa. Paling tidak kalau anda bisa / berhasil menguasai hal ini, mungkin anda bisa lanjut ke advance Overclocking yang saya sendiri belum pernah menyentuhnya (mudah-mudahan jangan hihi, bisa rusak hidup saya).

Ok kita lanjut,

OVERCLOCKING RAM
Banyak salah pengertian  datang dari orang awam tentang Overclocking RAM, beberapa dari mereka beranggapan kalau OC RAM itu bisa meningkatkan jumlah atau kapasitas RAM, biasa RAM 1 GB bisa jadi RAM 2 GB.
Kalau dilihat dari pengertian salah itu seandainya benar, berarti kita bisa OC prosessor single core jadi dual core... LOL. perlu diingat bahwa Overclocking RAM bukan berarti menambah kapasitas RAM secara Physical!
Sama seperti Processor, RAM juga memiliki Speed hanya saja Speed yang dimiliki RAM sangat banyak yang menentukan. Apakah itu frekuensinya atau juga timingnya. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat disini..

Yuk kita mulai...
Sebelumnya siapkan beberapa software yang nantinya kita perlukan untuk proses Overcloking seperti dibawah ini :


Oke sekarang saya harap Anda membaca tulisan saya yang ini dulu sebelum lanjut.

Sudah? mari kita lanjutkan... dari wacana disitu diharap Anda tahu apa dan bagaimana karakteristik Untuk RAM Anda Apakah Anda memakai kelas premium atau kelas value semua bisa ditentukan dari sana.

Perhatikan label yang tertempel di tubuh RAM, atau biasanya juga terdapat di kemasan RAM seperti gambar berikut ini

Ok, gambar tersebut adalah salah satu contoh RAM premium yang siap ditarik. Perhatikan yang saya kotaki warna biru (di sebelah kiri tertulis PC2 5400 dan yang kanan tertulis DDRII 1066). Angka tersebut adalah menyatakan FREKUENSI maksimum dari RAM tersebut secara default dari pabriknya.

Seperti yang sering kita dengar ada DDR2 667, DDR2 800 atau DDR PC2 5400, DDR2 PC2 6400 etc. Mereka punya arti yang kurang lebih sama. Penggunaan "PC" lebih digunakan untuk pengkodean saja sedangkan kalau sudah tertulis seperti "DDR2 800" itu sudah menunjukan frekuensinya. Istilahnya kalau prosessor seperti istilah Core2Duo E8400 dan Core2Duo 3Ghz, keduanya mungkin sama saja dengan kecepatan 3Ghz dengan code E8400.

Untuk persamaannya sbb:
DDR2 533  = PC2 4200/4300
DDR2 667  = PC2 5300/5400
DDR2 800  = PC2 6400
DDR2 1066 = PC2 8500

Untuk lengkapnya bisa dilihat di Wikipedia

istilah simpelnya jikalau nantinya Anda akan menjalankan lebih dari Angka frekuensi yang tertera  di labelnya, Anda sudah melakukan Overclocking pada RAM Anda.

Selanjutnya kembali ke gambar di atas, perhatikan kali ini yang ada di kotak orange/merah (salah kasih warna terlalu merah hahaha). tertera tulisan
Code:
CL 5-5-5-15

Atau
Code:
5-5-5-15

Keduanya sama saja artinya yaitu timing dari RAM. Apa itu Timing ?
penjelasannya dapat anda lihat disini tentang apa itu dan apa peran mereka.
Untuk faktor kedua ini ada banyak yang lainnya (bisa dibaca di link atas), dan intinya semakin kecil Timing semakin kencang RAM bekerja. Hanya saja perlu diperhatikan:
Quote
Semakin tinggi frequensi semakin cepat RAM
Semakin rendah timing semakin cepat RAM
Tetapi Timing dan Frekuensi adalah 2 hal yang saling "bertentangan" walau hasilnya sama yitu lebih cepat

RAM semakin tinggi frekuensinya akan semakin berat RAM bekerja begtiu juga semakin ketat timing semakin keras RAM kita bekerja. Sehingga Apabila kita menginginkan Frekuensi yang tinggi maka kita mengorbankan timing dan apabila menginginkan Timing yang rendah Kita korbankan frekuensi.

Sebagai contoh DDR2 yang berjalan di frekuensi 1066 dengan timing 5-5-5-15 Mungkin bagi RAM tidak begitu berat. Tetapi RAm dengan timing 3-3-3-9 dengan Frekuensi HANYA 900 itu sudah sangat berat sekali(At last Anda butuh 2,5 volt sampai 2,7 Volt untuk nyetrum tuh RAM dan BUKAN TIDAK MUNGKIN HABIS ITU RAM ANDA AKAN RUSAK)

Pertanyaan yang keluar bisa ditebak kalau sudah mengerti sedikit teori di atas:
Quote
Manakah yang lebih baik ? Timing rendah Ataukah Frekuensi Tinggi ?
Simple but hard to explain... Intinya saya jelaskan dengan perumpamaan. Paling simple perumpamaan dengan mobil. Ada 2 mobil satu mobil dengan Offroad dengan tenaga besar yang mampu melibas bukit2 dan lumpur serta keganasan alam, satu lagi adalah mobil Formula 1. Keduanya punya kekuatan yang sama tetapi lain daerah.

Begitulah RAM. Apabila Frekuensi besar itu seperti mobil offroad, dengan tenaga besar tapi reflek kurang, Apabila timing rendah itu sama seperti mobil Formula 1 kenceng tapi kurang kuat.

Selanjutnya terserah Anda. Buat saya sehari-hari saya cukup berjalan santai:
Timing default 5-5-5-15 dengan frekuensi 1000Mhz.

Oke cukup teoremanya, sekarang kita praktekan ini semua. Sebelumnya inilah spesifikasi yang saya pakai:


Motherboard : GA-EX38-DS4 (nyah pinjeman cuy... orang miskin gw hehe) BIOS F4A
Prosessor : Core2Duo E8200 3Ghz(OC to 4Ghz at 500Mhz x 8)
RAM : Team Xtreem PC8500
RAM cooling : Dominator Fan
VGA : HIS ATI HD 3870 IceQ Turbo + TR HR-03 GT
OS : Windows Vista Ultimate SP1


Ada dua gruop besar yang akan saya tulis. Pertama Oc-ing RAM dengan menaikan Frekuensi RAM yang kedua adalah Pengketatan pada Timing. Kita mulai yang paling sering digunakan karena berpengaruh langsung dengan Clock prosessor.

Overclocking RAM dengan menaikan Frekuensi
Frekuensi RAM erat hubungannya dengan Clock prosessor.Apabila Anda membaca tulisan saya sebelumnya tentang bagaimana dasar menaikan Clock prosessor, yaitu dengan Rumus:
Code:
Clock Speed = Multiplier x FSB(mhz)

Maka RAM Berjalan berdasarkan pengaruh dari FSB prosessor juga.
Frekuensi RAM berjalan dapat dihitung melalui rumus:
Code:
Frekuensi RAM(Mhz) = FSB(Prosessor dalam mhz) x Multiplier

Yap, tidak cuma Prosessor yang punya, RAM pun punya. Inilah yang mempengaruhi apabila kita tidak puas dengan frekuensi RAM default. Untuk selanjutnya untuk Frekuensi RAM ini agak banyak hitung-hitungannya, Semoga bisa mengerti.

Pada beberapa orang untuk membedakan antara Multiplier Prosessor dengan multiplier RAM, Multiplier RAM biasanya disebut DEVIDER
nanti saya bahas bagaimana  menghitungnya.

Let's start...
Seperti biasa, restart dan masuk ke Bios dengan menekan tombol DEL pada saat POST screen. Di bagian setting Overclocking (tiap motherboard berbeda, gw menjelaskan on my case karena gw ga punya banyak Mobo :D ), Biasanya semenu dengan Oveclocking menu untuk Prosessor juga, Anda akan menemukan sesuatu seperti gambar berikut:
Perhatikan Pada gambar di atas:

Quote
WARNING!!!!
PASTIKAN VOLTAGE CONTROL SELALU MENUNJUKAN ANGKA NORMAL Untuk semua VOLTAGE (Untuk RAM DDR2 Adalah 1,8 Volt atau biasanya ada opsi NORMAL, untuk yang lainnya seperti prosessor, MCH dsb pilih opsi Normal atau cari tau di Internet untuk voltage normalnya)
Karena pada Mobo baru, fungsi AUTO sangat berbahaya....

Sumber : lucky_n00b

CPU Host Frequency adalah sebutan untuk FSB di BIOS ini. Multiplier yang saya pakai adalah 8x. Dengan demikian Prosessor saya berjalan di 4Ghz(400x8  = 4000Mhz = 4Ghz terlihat dalam Frequency di atasnya bukan ? ).
Kemudian lihat System memory Multiplier(SPD) Itu adalah Multiplier dari RAM. Disitu saya set ke 2.00(B), kenapa? karena multiplier 2 kali untuk DDR2 adalah settingan paling SAVE. Alias saya ambil jalan safe course saja.

Quote
Bisakah kalau kurang dari 2 ?
sayangnya tidak bisa, karena dari namanya sendiri adalah Dual Data Rate SDRAM Yang berarti minimal dia bisa berjalan 2 kali lebih cepat dari  FSB prosessor.

Sehingga karena saya menjalankannya di FSB 500mhz Maka otomatis, Frekuensi RAM akan berjalan di 1000Mhz (lihat bawahnya). kenapa bisa 1000mhz?

simple, multipliernya 2 dan saya jalan di 500Mhz FSB-nya sesuai rumus yang saya berikan di atas, Frekuensi RAM berjalan adalah multiplier RAM dikali FSB. Sehingga RAm saya berjalan di 500Mhz x 2 = 1000Mhz.
Bagaimana kalau gw jalan di FSB 333mhz?
Pastinya RAM akan berjalan di frekuensi 333x2 kalau multipliernya 2

Kalau 400Mhz?
Ya pasti jadi begini lah

Oke bagaimana kalau semisalnya saya ingin menaikkan frekuensinya... apakah saya harus menaikan FSB-nya?
Tidak jawabannya. Frekuensi lebih tinggi tidak harus menaikan FSB prosessor(yah gw prosessor udah FSB 500, mau dinaikin saya pikir unsave buat daily hehe)
Cukup ganti ke devider lebih tinggi.


Untuk Mobo ini, kebetulan sudah disediakan langsung devider dan diberikan semuanya. pada BIOS tertentu(on my GA-EP45-DQ6) menu ini dibagi lagi berdasarkan striping-nya (ah whatever lah buat saya hahahaha yang penting saya dapet frekuensi yang saya inginkan ?). Striping itu ditandai dengan huruf-huruf yang menempel di bagian belakang dari devider itu sendiri (lihat di gambar atas ada 2.40B, 3.33C etc). saya sendiri tidak hapal, cuman yang pasti B adalah tanda untuk striping 333Mhz. kenapa? (ga ngerti gw) toeng

Sekarang saya coba merubah ke devider 2,4 sehingga bisa dihitung => 500 x 2.4 = 1200Mhz
Sehingga nampak pada BIOS seperti ini:

Oke coba Save setting dan cobalah untuk masuk ke Windows. Apabila berhasil, Congrats... Tapi jangan senang dulu. masih ada stability test menanti. Apabila Tidak bisa, lewati langkah A berikut dan langsung ke langkah B.

LANGKAH A - For You yang bisa masuk Windows
Well Kalau RAM jalan di 1000 Mhz cukup lumayan...
Mari kita test kestabilannya. Biasa paling mudah gw melakukannya dengan menggunakan Mem Test
menurut saran dari si program jalankan at last 20 menit. Karena ini Continuous test, jadi sebenernya terserah Anda mau menjalankannya berapa lama. Kenapa saya jalankan 2 buah ?
menurut selera saja. saya lebih biasa melakukannya demikian yah anggapannya RAM saya ada 50% free dan karena restriction dari Windows yang hanya membatasi jumlah used RAM pada jumlah tertentu maka saya menggunakan 512 pada 2 buah program MemTest (pastikan 2 program tersebut berbeda file, bukan satu file yang sama).
Apabila merasa sudah cukup stabil, Anda bisa melakukan benchmarking dengan menggunakan Super PI bila Anda mau untuk mengetahui peningkatan kinerja RAM.

Untuk yang menemui kegagalan pada saat masuk Windows atau juga BSOD, lakukan langkah B
Buat yang Tak bisa masuk Windows Atau Error saat Stability test
tak usah kecewa, karena saya juga suka mendapatkan hal serupa pada frekuensi tinggi. Ada yang perlu diberikan sesuai hukum alam. Yaitu  semakin keras kerjanya semakin banyak energi yang dibutuhkan. Oleh karena itu kita harus memberi Setruman tambahan Untuk RAM ini. Carilah di BIOS mobo Anda menu untuk control Voltage.

Pada case saya terlihat seperti ini:
Perhatikan menu "DDR2 OverVoltage Control". Disana seharusnya apabila Anda melakukan pesan saya di awal untuk menormalize voltage disana seharusnya normal. Dan pada case Anda, jangan langsung memberikan voltage sejumlah itu(disitu tertulis "+0.45" sehingga voltage DD2 sebenernya 1.8 + 0.45 = 2.25Volt.)

Tetapi naikan step by setp:
Biasanya saya menaikannya 2 step untuk permulaan. kemudian coba save BIOS setting dan restart Kembali. Kemudian lakukan langkah A.

Terus lakukan langkah A dan B apabila Anda masih menemukan Error.

Apabila Anda sudah lolos dan merasa Stable, Anda bisa berpuas hati. Karena seharusnya apabila benar menaikan Frekuensi secara signifikan (seperti dari DDr2 800 ke DDR2 1000) pasti terlihat berbeda pada hasil score dalam Super Pi.

Rumus-Rumus Penting Dalam Hubungannya Dengan Frekuensi RAM
Rumus pasti menghitung Frekuensi RAM:
Code:
Frekuensi RAM = FSB(prosessor dalam Mhz) x Devider(multiplier RAM)

FSB sudah tidak usah dijelaskan.
Multiplier/Devider di dapat dari:
Code:
Devider = RAM Frequency(mhz)/FSB(prosessor dalam mhz)

Sehingga contoh Soal (LOL):
  • RAM jalan di 1000 dengan FSB 500 Hitung multiplier/devider-nya!
    JAWAB:
    Devider = RAM frequency / FSB
    Devider = 1000Mhz / 500Mhz
    Devider = 2
  • RAM dengan Frekuensi 1200 dengan FSB 500 Hitung multiplier/devider-nya!
    JAWAB:
    Devider = RAM frequency / FSB
    Devider = 1200Mhz / 500Mhz
    Devider = 2,4
  • RAm dengan Frekuensi 1200 dengan FSB prosessor 400 Hitung Multiplier/devider-nya
    JAWAB:
    Devider = RAM frequency / FSB
    Devider = 1200Mhz / 400Mhz
    Devider = 3

Cukup jelas kan? toeng

Kedua : menghitung perbadingan RAM : FSB
Sering kita dengar orang bertanya :
Quote
RAm kamu jalan berapa banding prosessor kamu ?

simply biasa orang bilang 1:1 atau 2:3 ... nah itu bagaimana menhitungnya? selain lewat Program CPUz tentunya.
Oke here is the way:

Pertama DDR itu adalah DOUBLE data RATE: Double = 2 kali.

Maka
Quote
FSB : DRAM Frequency
FSB : (RAM frequency/2)

Catatan : DRAM Frequency = RAM Frequency/2

kenapa dibagi 2... simple DDR => double => 2... jadi DRAM frequency = RAM Frequency/2...

tetapi masalahnya kalau orang tanya:
Quote
Berapa frekuensi RAM kamu?
jawabnya biasanya DRAM frequency(misal 400 atau 600, etc)
kalau tanyanya
Quote
Ram Kamu jalan berapa
Biasanya jawab RAM Frequency-nya spt: 1000, 1200 etc.
saya sendiri agak ga ngerti ginian juga... yang saya tau larinya segitu aja toeng

Oke langsung ke contoh Soal:
  • DDR2 1000 Mhz di FSB 500 berapa perbandingannya?
    JAWAB:
    FSB Procie : DRAM freq
    500 : (1000/2)
    500 : 500
    1:1
  • DDR2 1200 dengan FSB 500
    Jawab:
    500 : (1200/2)
    500 : 600
    5:6
  • DDR2 jalan di 1200 dengan FSB 400
    Jawab:
    400 : (1200/2)
    400 : 600
    4:6
    2:3

Overclocking Dengan Ngetatin Timing
Apabila dirasa kurang cukup dengan menaikan frekuensi saja, kita bisa mengutak-utik timingnya. Timing sudah dijelaskan di atas. Sekarang yang akan saya berikan disini adalah "how to"-nya. Simply, biasanya tempat settingnya ada di tempat yang sama dengan Setting RAM frequency dkk.


Untuk melakukan OC RAM dengan mengubah Timing tidak terlihat seribet dengan menaikan frekuensi RAM(walaupun ga ribet juga sih) karena Timing independen tidak terikat atau terpengaruh oleh CPU FSB dia hanya mempengaruhi dalam RAm sendiri. paling yang lain hanya tergantung dengan Voltage saja.

How to? simpel, mainkan saja angka-angka yang tertera di sana terutama CAS latency Time, DRAM to RASH to CAS delay, DRAM RASH Precharge, dan PreCharge Delay untuk yang lainnya disebut SUB TIMING

hanya saran dari saya : better leave them as they are untuk Sub timing ... Why? Karena sub timing di satu sisi tak begitu berpengaruh, di sisi lain kalau tidak tahu cara pakainya bisa merusak RAM!!

Untuk jelasnya ke empat main timing itu berpengaruh pada Timing yang biasa dilihat seperti 5-5-5-15 dll.
urutannya:
CAS - TRCD - TRP - TRAS
5     -  5     -  5    -  15

Dimana TRas sama dengan +/- CAS + TRCD + TRP. Makanya kenapa 5-5-5-15 karena 5+5+5 = 15

Untuk permulaan, just try 4-4-4-12... Cobalah save bIos dan coba masuk windows. Apabila gagal, cobalah menaikan Voltage. Apabila berhasil, coba dengan stability test(aturan mainnya sama). kalau gagal coba naikan VDimm-nya lagi.
Contoh yang dinaikan ke 4-4-4-12 on my previous Motherboard and Prosessor


Okey... Sebagai penutup Tutorial OC RAm, ini ada sedikit gambaran perbandingan antara TIMING ketat v.s. FREKUENSI tinggi:


From here


using team Xtreem PC-8500 on E4300 and Motherboard on GA-P35-DQ6...
sebuah gambaran saja... buat yang bingung milih antara RAM frekuensi dan Timing.


Sumber : ShinnAsuka
Moderator BNCC
Read More >

July 28, 2011

Memory Merk Wahid, berarti Proses Lebih Cepat ?

Halo blogger, Tulisan ini mungkin berhubungan dengan artikel sebelumnya mengenai memory, dan lagi-lagi saya katakan saya membuat posting ini bukan untuk menggurui karna saya juga masih belajar so... kalau ada kesalahan didalam penulisan harap di maklumi yah..buat yang average ayo sama-sama kita perluas pengetahuan kita tentang teknologi, buat yang expert mau dong dibagi-bagi ilmunya, saya siap mendengarkan ^^.

Ok kita mulai saja,  apa kalau memory merk wahid itu akan jadi jaminan kalau proses kerja komputer kita akan lebih cepat dalam kondisi default ?. Mungkin pertanyaan ini agak membingungkan bagi orang awam dalam hal memilih komponen hardwarenya dan alhasil yang terjadi adalah salah kaprah.
Banyak orang beranggapan memory mahal dan yang bermerk akan lebih cepat melakukan proses. Yap itu kesalahan umum orang awam dan kebanyakan user. Menganggap RAM sekelas Corsair Dominator, etc yang pake heatsink serem-serem akan menaikan performa komputer mereka. Mungkin memang menaikan performa, tetapi dalam pemakaian sehari-hari tidak terlalu terasa, dan ini hanya nampak secara visual saja.  Kenyataannya mau semahal apapun RAM yang anda miliki tidak akan menjadikan prosesnya lebih cepat 2x lipat lebih.

Lha terus apa yang membuat suatu RAM lebih mahal dari yang lain ? Kenapa Corsair XMS atau Dominator, ATau OCZ reaper, atau A-data eXtreme atau Team Xtreem lebih mahal ketimbang Visipro atau Vgen ? Walaupun Anda pakai memory tersebut sama-sama 2 GB apa akan sama juga ?

Jawabannya, Memory kelas Wahid tersebut sudah memiliki test tersendiri untuk berjalan di atas referensi pabrik bahkan JEDEC (badan pembuat standarisasi RAM termasuk DDR, DDR2 dan DDR3 sekarang). Pada memory kelas value, RAM tersebut hanya ditest berdasarkan referensi pabrik saja. Diatas itu, tidak bisa berharap jauh. Berbeda dengan RAM-RAM yang disebutkan dan beberapa yang sudah pernah saya coba. Mereka lebih tahan banting dengan mengutak-utik timing sampai mengikuti frekuensi yang tinggi yang tentunya pada value RAM hal ini agak sukar dilakukan. Yuk kita lihat apasih sebenarnya yang membedakan kalau begitu ?.

Sebenarnya jawabannya sangat simpel, yang membedakan kinerja dari masing-masing RAM tersebut terletak pada jenis IC ( atau Chipnya atau dengan apapun anda menyebutnya, hehehe ) yang digunakan. Para produsen membeli chip-chip tersebut dari pabrik lain dan kemudian me relabel chip tersebut. dan ada kemungkinan merk-merk yang berbeda satu dan yang lainya tapi jenis IC / chip-nya sama.
Bagaimana kinerjanya ? IMO tidak akan lebih dari 5% perbedaan kinerjanya sehingga tak begitu terasa. Setidaknya untuk beberapa value RAM yang saya ketahui kebanyakan yang beredar  di pasaran  menggunakan Chip / IC Hynix (Hyundai), Samsung, dan Nanya(agak jarang yang ini). bagaimana bisa melihatnya ?.
Nama chip bisa dengan mudah dilihat diatas IC yang menempel pada memory

                              

dan pada beberapa produsen ada juga yang langsung menemeplkan sticker, jadi kita bisa langsung lihat keterangannya di situ. Berbeda untuk memory yang kelas wahid, agak susah untuk melihat karna terhalang oleh heatsink dan beberapa produsen memang sengaja tidah memperbolehkan pembukaan heatsink (biasanya alasannya garansi ) salah satu contohnya adalh seperti gambar dibawah ini, ini adalah salah satu produk dari Team Xtreem yang menggunakan chip D9GKX
Jadi mungkin kesimpulannya, RAM tidak harus memandang merk, bentuk, atau mahalnya saja sebagai penentu kualitas dari memory itu sendiri, dan mungkin dapat dibuktikan kalau kinerja hampir rata-rata seluruh RAM jika di gunakan dalam kondisi default atau standardnya akan terasa sama antara yang mahal dan yang murah, kalau anda membeli sebuah memory seharga 5 juta rupiah tapi anda menggunakan nya secara default, hmm kayanya mubazir yah hehe, membeli RAM seharga 5 juta dengan heatsink yang terlihat kokoh dan menakutkan, pernak-pernik yang aneh-aneh tapi chip nya Hynix atau Samsung, sama saja dibohongin.

nah itu sedikit info dari saya mudah-mudahan bisa berguna buat anda kalau-kalau suatu hari anda berniat untuk membeli memory komputer atau meng-upgradenya, agar lebih teliti dalam memilih mana yang sesuai dan paling pas dengan kemauan anda.
Read More >

July 23, 2011

Kenali Lebih Jelas Memory Komputer Anda

Salah satu pedoman yang mungkin bisa menjadi catatan bagi anda para penggemar Overclocking adalah adanya perbedaan pada prinsip kerja RAM (Random Access Memory), antara yang satu dan jenis lainnya.
sebagai contoh, kerja memory pada AMD seri K8 (Athlon 64), pada sistem berbasis AMD series ke 8 ini. terjadi pemotongan jalur data untuk memory, yaitu pemindahan memory controller pada chipset langsung ke dalam badan Core Processor, sedangkan pada sistem berbasis Intel dan sistem AMD sebelum K8 series masih membutuhkan bantuan chipset untuk controller memory ini. Dari contoh tersebut kita bisa memiliki cara pandang yang berbeda terhadap momory yang akan di gunakan pada sistem berbasis K8 dengan sistem lainnya.

Perbedaan tersebut berhubungan dengan bus memory yang digunakan, memory timing yang di perlukan dan juga kondisi kecepatan memory yang di selaraskan dengan kerja Processor pada sistem tersebut. 

Dengan cara menganalisa perbedaan -perbedaan pada setiap jenis dan merk memory tertentu kita bisa menentukan pilihan chipset memory yang paling tepat untuk sistem kita, apakah mementingkan timing, mementingkan clock yang tinggi, atau mementingkan keselarasan antara bus processor dan memory. Namun perbedaan tersebut hanya akan penting dan terasa pada penggunaan sistem dengan memory DDR, sedang pada DDR2 semua tampak sama. Pada DDR2, semakin tinggi bus, akan semakin tinggi pula kinerjanya, disini bandwidth lebih berperan daripada timing, karena clock yang sanggup digapai DDR2 sangat jauh melebihi DDR, sehingga keketatan timing tampak “seolah-olah” tidak lagi menjadi prioritas. (sebagai gambaran, bandwidth sistem dengan DDR rata-rata berkisar di angka 3000-5000, sedang pada DDR2 berkisar 7000-10000).

Berikut beberapa gambaran gambaran dasar memory.

-TIMING, timing pada memory merupakan pengatur kecepatan data yang akan dan sedang diolah oleh memory, sehingga sangat berpengaruh dengan jumlah data yang sanggup diselesaikan untuk proses selanjutnya. Ada beberapa pengaturan timing pada memory, disini saya coba berikan beberapa gambaran dasar tentang memory timing.

     
Timing utama Memory:
      • Column Addres Strobe / Column Addres Select (CAS) Latency.
adalah pengontrol waktu putaran saat pengiriman data pembacaan perintah sampai pembacaan tersebut berlangsung. Waktu dari awal CAS ke akhir CAS biasa disebut waktu ‘latency’. Semakin rendah nilai ini, berarti proses semakin cepat dan performance semakin tinggi. Jadi CAS latency merupakan waktu penundaan dalam perputaran waktu antara pengiriman perintah pembacaan sampai data pembacaan pertama itu terkirim ke output. Bagian ini adalah bagian terpenting dan yang paling menentukan kecepatan akses memory.
Contoh : 2.5-3-3-8 angka “2.5” adalah CAS timing. Secara umum, semakin rendah CAS latency, semakin baik

      • tRCD Timing: RAS to CAS Delay
(Row Address Strobe/Select to Column Address Strobe/Select). Adalah waktu penundaan perintah yang aktif hingga siap untuk dilakukan proses pembacaan / penulisan.
Contoh : 2.5-3-3-8 angka “3” adalah tRCD timing.

      • tRP Timing: Row Precharge Time.
Adalah waktu minimum yang digunakan antara perintah yang aktif ke proses pembacaan/penulisan data pada keping memori berikutnya pada memori module.
Contoh : 2.5-3-4-8 angka “4” adalah tRP timing.
     
      • tRAS Timing: Min RAS Active Time.
Adalah waktu pengaktifan dan penonaktifan perintah masing-masing baris memori sampai berakhirnya batas waktu tRAS yang ditetapkan. Semakin rendah, performanya semaki cepat, namun bila terlalu cepat data yang dipindahkan belum tentu terselesaikan semua, sehingga bisa mengakibatkan proses tidak sempurna dan data corrupt. Untuk penghitungan angka tRAS yang optimal adalah dengan menjumlahkan tCL, tRCD, dan tRP (tRAS = tCL + tRCD + tRP), dengan konfigurasi +/- 1 dari angka tersebut. (2.5+3+4 = 9.5) => jadi angka tRAS yang diambil 8, 9, atau 10.
Contoh : 2.5-3-4-8 angka “8” adalah tRAS timing.

Timing lainnya :

      • tWR - Write Recovery Time
tWR adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses penulisan data dengan persiapan data untuk perintah selanjutnya. tWR diperlukan untuk memastikan semua data di buffer penulisan dapat tertulis dengan aman dan sempurna di chip memori.

      • tRAS - Row Active Time
tRAS adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses tampungan perintah aktif yang akan dilaksanakan (bank active command) ke masuknya perintah tersebut ke perintah yang akan siap dikerjakan (precharge command).

      • tRC - Row Cycle Time
tRC adalah waktu interval minimal perintah aktif yang telah terlaksana pada keping / bank yang sama.
tRC = tRAS + tRP

      • tRP - Row Precharge Time
tRP adalah putaran waktu yang diperlukan untuk proses perintah yang siap dilaksanakan (precharge command) ke perintah aktif (active command). Pada waktu ini keping/bank memori telah aktif.

      • tRRD - Row Active to Row Active Delay
tRRD adalah interval minimal antara perintah yang telah aktif ke proses yang akan dieksekusi di keping/bank selanjutnya.

      • tCCD - Column Address to Column Address Delay
tCCD adalah waktu tunda untuk pengaturan perintah pada masing-masing column address.

      • tRD - Active to Read Delay
tRD adalah penundaan waktu yang diperlukan untuk proses perintah yang telah aktif ke perintah baca.

      • tWTR - Internal Write to Read Command Delay
tWTR adalah waktu tunda untuk proses penulisan di keping memori ke proses perintah pembacaan data yang telah dituliskan tersebut.

      • tRDA - Read Delay Adjust
tRDA adalah pengaturan waktu tunda untuk proses pembacaan data di memory.

artikel ini dibuat untuk sharing dan pembelajaran, bukan untuk alasan menggurui, karana saya juga masih sama-sama belajar jadi kalau ada kata / penulisan yang salah, tolong di maafkan dan silahkan di koreksi. saran dan kritik anda adalah baik dan untuk kemajuan bersama.

Read More >

July 20, 2011

Panduan OverClocking untuk pemula [Part 1] safe overclocking-Processor

Note important!!! :
Bagi yang ingin melakukan Praktek Overclocking(OC) membaca dan mengerti syarat-syarat di bawah ini:

Bahwa Saya sebagai yang menulis artikel ini juga masih sama-sama belajar, sehingga apabila terjadi kesalahan, mohon sarannya.
Overclocking adalah Tindakan MEMAKSA PC untuk bekerja diatas kinerja yang sudah ditentukan oleh produsen, Efek samping dari OC adalah Overheat sampai kerusakan komponen PC, Maka dengan ini saya menyatakan sebelum semua kasus terburuk terjadi bahwa Segala Kerusakan yang terjadi terhadap Hardware Anda bukan Tanggung jawab saya(penulis), Atau dengan kata lain, Kerusakan yang terjadi adalah tanggung jawab Anda sendiri, dan beberapa ganransi produk Mungkin akan hilang dengan dilakukannya praktek Overclocking

Jikalau kalian sudah setuju Syarat ketentuan di atas, kalian boleh lanjut untuk praktek...

APA ITU OC?
Overclocking diambil dari 2 kata: Over dan Clock Over yang berarti lebih sedangkan Clock bukan berarti jam melainkan lebih ke kinerja. Sehingga Overclocking berarti Mempekerjakan sesuatu lebih dari apa yang ditetapkan(dalam hardware berarti produsen, walau sekarang produsen telah membuat produk yang langsung di OC dari pabriknya).

KENAPA KITA MELAKUKAN OC?
Karena pada dasarnya kita selalu haus akan kinerja yang tinggi, tetapi selalu dan always, kita kekurangan budget(Selalu bukan ). Itu faktor pertama. Faktor kedua adalah, dalam suatu hardware, terkadang banyak yang dibuat “bonsai” kemampuannya. Padahal kalau dilepaskan sedikit saja kemampuannya bisa melebihi hardware yang harganya bisa mencapai 2 bahkan 9 kali lipat...

Ini Contoh bechmark dengan Sisoft sandra IX, Antara Proc saya(OCed E4300, diagram yang warnanya merah) dengan berbagai prosessor kelas Top of the line Intel lainnya.

 Sisoft Sandra IX Bechmark
Keterangan : Nilai semakin tinggi semakin baik
Harga Proc:
E4300 (US$110 est)
Q6600 (US$570 stlah pemotongan harga Agustus 2007 menjadi US$290)
E6600 (US$256)
X6800 (Dulu Sekitar US$1000)



APA YANG DIBUTUHKAN?
Sebuah komputer yang pasti(sebaiknya non-build-up) yang OC-able. Karena motherboard biasa, biasanya ga gitu dukung Overclock. Memang butuh duit lebih untuk mendapatkannya
HSF yang masih bekerja sebagaimana pastinya(jikalau ada uang tambahan belilah HSF non standart dari beberapa produsen terkenal seperti Thermaltake, Artic, CC atau lainnya).
Power Suplly unit yang memadai. Disarankan tidak menggunakan PSU kurang dari 450 watt dan sebaiknya menggunakan PSU merk terkenal yang memiliki daya cukup. PSU yang baik menjaga kelangsungan dan umur komponen komputer. Sebagai tambahan lain satu-satunya faktor yang paling menentukan umur komponen adalah PSU apabila faktor suhu tidak jadi masalah lagi.

Beberapa PSU yang suka digunakan dan termasuk kualitasnya baik diantaranya: FSP(SAGA, Blue Strom, Epsilon, Kingcraft 1000watt), Tagan, dll. Untuk Panduan/tips bisa baca disini. Harga berfariasi, minimal sekitar 500 ribu rupiah.

Memory(RAM) yang bisa diajak “lari”
Program2 Overclock seperti : CPU-z, Orthos, Corethemp(AMD X series and Intel Core series ONLY, or Read here), atau Speedfan dan lain-lain.

Disini saya menganggap sudah pada nggak takut untuk buka casing komputer atau paling enggak pernah bongkar hardware komputer.

Sebelum kita lompat ke main event kita, disini Saya ingatkan kembali bahwa : Kerusakan yang dapat atau mungkin terjadi bukan tanggung jawab saya  Dan semua tanggungan ANDA sendiri apabila terjadi kerusakan.

Tetapi tak perlu takut karena Overclock bukanlah sesuatu yang menakutkan. Bahkan buat newbie seperti saya sendiri bisa melakukannya dengan mudah. Dan tentu saja tidak berbahaya(jikalau masih dalam batas wajar…  )

-------------------------

RESTART => ENTERING BIOS => LETS ROCK
Okey, sebagai contoh, gw pake contoh prosessor saya sendiri, sebuah Core2Duo E4300 yang memiliki kecepatan 1,8Ghz dan memiliki L2 cache sebesar 2MB dan FSB 800Mhz(saja). Prosessor ini banyak digembar gemborkan sebagai salah satu prossesor yang friendly kalau di OC. Butuh diinget jenis yang sama tidak selalu menghasilkan hasil yang sama. Untuk prosessor Jenis lainnya, kurang lebih sama, karena bagian ini adalah bagian basic...

Pertama, kita harus tau dulu, bagaimana keadaan standart prosessor kita. Keadaan ini bisa dilihat dengan bantuan program seperti CPU-z. tetapi jangan bingung kalau speednya koq beda sama aslinya seperti ini:

disitu tertera kalau prosessor saya "hanya" memiliki speed 1,2 Ghz dengan Multiplier 6 kali(seharusnya Multiplier E4300 adalah 9x), Tetapi coba kasih beban dikit untuk membuka program berat, contohnya gw buka photoshop CS2, maka nilai multiplier akan berubah naik seperti ini:

Sebagai lampiran, ini tabel hasil perkalian multiplier dan juga speed beberapa prosessor Intel:







Nah dari situ kita bisa liat isi komputer kita(terutama prosessor) yang mau kita OverClock. Kemudian siapkan program2 Overclock. Dan restart Kompie. Masuk ke BIOS setup(biasanya teken DEL waktu di halaman depan booting).


Selanjutnya tergantung Mobo masing-masing. Apakah Mobonya emang dirancang untuk OC atau enggak. Kalau iya, cari opsi yang dimana bisa untuk mengubah FSB rating, Voltage control dll, kalau tidak, biasanya terdapat opsi tersembunyi atau memang disembunyikan, tekan ctrl+F1 untuk membukanya(hanya berlaku pada beberapa Mobo tt). Ini gambar pada mobo saya, menu overclocking ada pada MB Intelegent Tweaker(M.I.T) (Well tolong abaikan isi value yang sudah tertera di dalamnya, seperti CPU host Frequency, Memory multiplier, dan Timing RAM gw lupa ga set ke default dulu :capek: )

Disini biasanya multiplier sudah di lock ga bisa lebih tinggi dari yang sudah ditentukan(kecuali Proc. Extreme Edition intel yang di unlock, cuma harga Extreme edition tu diatas kantong orang2 biasa harganya  ). Dalam kasus ini, E4300 memiliki nilai multiplier 9 kali. dan tentu saja ga bisa dinaikin.

Jadi untuk mengoverclock CPU, kita naikan BUS Speed-nya. Rumus dari overclock ini adalah:
Code:
Clock Speed(MHz) = multiplier x BUS Speed(Mhz)
 
Naikan Bus Speed pelan-pelan. Sebagai Contoh dalam E4300 gw pengen naikin dari 1,8Ghz ke 2,4 Ghz. Maka saya menaikan Bus Speed ke 266. Dan apabila hendak ke 2,7 Ghz naikan ke 300Mhz.
Dan setelah itu ada lagi yang harus dikerjakan, yaitu setting DRAM multiply ke 2, agar perbandingan RAM dan FSB menjadi 1 : 1(KHUSUS INTEL PLATFORM). Jikalau tidak diganti, akan diset otomatis oleh BIOS(dan agak nonesense emang kalo kita udah masuk ke clock tinggi)
Kemudian exit dan save setting(F10 lalu ENTER). Masuk ke Windows(mo XP atau Vista sama saja). Sekarang kita cek apakah sudah terjadi penambahan? Dan hasilnya bisa langsung dilihat:
Nah sudah naik ke 2,4 Ghz sekarang. walau begitu sebenarnya itu masih ada yang kurang. untuk mencapai clock segitu(2,4Ghz) E4300 tidak membutuhkan voltage segitu besarnya. Tetap di normalkan saja. Caranya ada di bagian control voltage di dalam BIOS. Set ke default value(Untuk E4300 defaultnya di 1.325 Volt). Biasanya juga nilai defaultnya tercantum dalam bios, jadi ga operlu pusing. Atau coba lihat Coretemp, disitu ada
untuk yang ga kompitabel sama Coretemp, bisa gunakan evers Ultimate(everestultimate400.exe) bisa dilihat sbb:
Setelah semuanya oke, Kita bisa mulai mengetest seberapa Ampuhnya Overclocking yang telah dilakukan.
Gunakan program CoreThemp untuk memantau suhu dan Orthos untuk mengetest kestabilan system baru. Gunakan juga Speedfan untuk melihat voltage apakah stabil atau tidak.
Apabila Orthos berhasil, tanpa error berarti system udah oke dan stabil. paling enggak jalankan Orthos 1 jam kalau mau… atau cukup 15 menit kalau hanya sekedar ngetest aja.

Gunakan Super PI untuk mengetest kecepatan kalkulasi, bandingkan dengan configurasi lama. Atau gunakan program bechmark seperti 3DMark dan PC Mark atau lainnya untuk melihat kenaikan performa. Secara khusus untuk E4300 overclock hasil dan perhitungannya seperti tabel di bawah ini.
naikan Bus Speed ke 300 apabila ingin mencapai 2,7 Ghz, saat di 2,7 E4300 masih belum membutuhkan daya tambahan.
Setelah okey semua, langkah berikut ini banyak disarankan walau tetep ja ada pro dan Kontra, Lakukan stress Test menggunakan Orthos selama minimal 12 jam untuk mengetahui apakah Overclock yang kalian lakukan berhasil atau tidak atau dengan kata lain, Stabil atau tidak.
Gambar-gambar bechmark:
Ini saya lakukan di Windows XP Service Pack 2 dengan Menggunakan PCMark2005:
Keadaan Standart Score : 4625

Overclocked to 2.4 Ghz






Overclocked to 2,7 Ghz







Yang perlu diperhatikan adalah CPU scorenya... naik bukan?  :cool:
Okey... praktek dasarnya sudah selesai, dengan begini, Proc kalian bisa naik kemampuannya. Sampai sini ini merupakan masih Overclock yang terhitung aman... karena kita belum menaikan Voltage apa-apa...

Spesifikasi PC & program yang digunakan:

Spesifikasi Komputer yang digunakan pada tutorial ini adalah:
  • Motherboard Gigabyte GA-P35-DQ6 (Bios F4)
  • Prosessor Intel Core 2 Duo E4300 (@1,8 Ghz ~ L2cache 2MB ~ Vcore standart 1.35Volt ~ Bus Speed default 200Mhz ~ Multiplier 9x)
  • HDD Western Digital Caviar 250GB SATA II
  • RAM OCZ DDR2 667 512MBx2 (Voltage & timing standart 5-5-5-15)
  • Heat Sink Fan(HSF) Stock(2,4 Ghz & 2,7hz)
  • PSU Antec Smart Power 500 Watt(modular)
  • VGA Pixel View Gforce 7300GT 256MB
  • OS : Windows XP SP2 dan Vista Ultimate
  • Program yang digunakan:
~ CPUZ 1.40
~ Orthos 0.41.110.18
~ SpeedFan 4.32
~ Core Temp 0.95
~ Sisoft sandra IX
~ PCMark 2005 v. 1.2.0

Bagi para Overclockers yang sudah berhasil melakukan uji overclocking pada tahap ini dan merasa mantap akan hasil yang sudah didapat bisa melanjutkan ke overcloking tahap ke dua.

Sumber : ShinnAsuka
Moderator BNCC
Read More >

About Me

My photo
Jakarta-Timur, Asia, Indonesia
Hallo kawan blogger selamat datang di eternal-link - blog yang menyediakan berbagai macam ulasan mengenai dunia komputer dan pernak-perniknya. Nama saya Rudy Haryanto, saya adalah seorang blogger paruh waktu yang senang mengetahui sesuatu yang baru dan mempelajari apa yang baru saya temukan.

Stats

Blog Archive

Blog Direktori [Ayo Daftarkan Blogmu]

  ©E t e r n a l-L i n k - All rights reserved.

Template by Dicas Blogger | Topo